ketika kemampusan dipertanyakan

ACCIDENTAL HEROES (PART3)

Posted by: nindyhampirmampus on: July 11, 2008

The last part of the trilogy,,

Singkat cerita lagi -I know that my story is boring, so why bother cerita panjang-panjang, yang gue certain esensinya aja (esensi aja udah panjang bener apa?)- hari h udah dating,, it means, SINGAPORE, WE’RE COMING!

Sebelom sampe ke tripnya, gue mau confirm sapa aja yang berangkat ke sana, here’s the list:

· Boyke Aveantoà mas boy si mentor asik (buat ukuran orang seumur doi, dia bisa dibilang om gaul lho), hhm ‘CHAIRMAN’

· Tato Hendartoà mirip barrack obama (ya tampangnya ya karismanya, ya tenangnya, who knows dia entar juga jadi presiden?) kepsek al izhar, bisa dibilang mentor juga, berarti ‘CHAIRMAN’ juga

· Rical Ardanià al izhar, bisa dibilang dia ni ‘CEO’ geng kita.

· Anisabella Badrià al azhar pusat, yang ini ‘Assistant CEO’ (entah apa emang ada such title)

· Anthoni Martunà st. ursula bsd, ‘VICE PRESIDENT’ ngurusin finance

· Yoga Utama Putraà sma 70, ‘VICE PRESIDENT’ ngurus finance juga

· Anisa Rakunà sma 78, ‘VICE PRESIDENT’ yang serba bisa.

· Nindyanià sma labschool kebayoran, ‘VICE PRESIDENT’ ngurus exsum sama objectives secara si nin ini penulis blog yang cukup digemari, juga seorang penipu ulung, cucok la bo kalo kerjanya merangkai kata, lagian….OK cukup narsistiknya.

· Aditya Kristantoàsma kolese kanisius, ‘VICE PRESIDENT’ karena dia mr. grammar, jadi kerjanya juga di exsum sama objectives.

DAY 1

So, it’s nine of us, kita udah harus kumpul di cengkareng [ya iyalah di cengkareng, masa di rengasdengklok, kan mau naik pesawat (we can afford a plane ticket, we’re so lucky we don’t have to swim across Selat Malaka, duh), bukan mau bikin proklamasi] jam 5 pagi paling telat, soalnya jam 740 udah take off, jadinya paling gak, KITA bersembilan kumpul dulu jam 5.

Gue udah sampe di airport jam 430, tapi nunggu dulu di mobil takut jadi orang bloon di airport gak ngapa-ngapain, di mobil gue ngecek-ngecek barang takut ada yang ketinggalan. Akhirnya, gue bosen di mobil, radio juga gak ada yang seru, gue nekat aja masuk ke airport, biarin deh paling gak bisa liat orang (my favourite things to do in public, observing people). Gue pun jalan, eh lucky me! Gue ngeliat ada 3 orang yang familiar duduk di oh la la café, siapa lagi kalo bukan, Mas Boy, Frans (temennya mas boy), sama si Martun, tu orang-orang kan emang rumahnya deketan di bsd, jadi berangkat bareng rupanyo. So, akhirnya duduklah gue di sana, chit-chat, gak lama orang-orang pada dateng, kecuali Rical. Oh my, gak mungkin kalo gak ada Rical, tapi ya udahlah, tinggal aja, kita masuk check in, eh pas udah di dalem, miracle does happen, Rical nongol! With a little where-is-starbucks?-oh-there-it-is!-damn-theyre-not-operating-yet!-drama akhirnya kita naik pesawat juga, lion air. And setelah kecewa karena ternyata di lion, dikasih permen aja kagak apalagi makan? Akhirnya kita mendarat juga di tanah singapura. Ke hotel (YWCA) naik mrt, sampelah kita.

Karena ini masih hari pertama, nothing to do, jadi kita dikasih waktu sama si mas boy buat jalan-jalan sampe jam 6, kita balik lagi ke hotel, terus jalan lagi buat dinner, lagian toh dia sama pak tato ada urusan sama panitia lomba. So here we are, seven kids in a big city, ready for adventure! Pertama-tama kita cari makan, ada dua alasan kenapa kita makan dulu, first karena kita butuh tenaga buat ‘the adventure (actually in our case, adventure means belanja)’, kedua karena si nisa udah laper banget, kita takut dia pingsan. Jadinya kita ke wisma atria yang di atasnya ada foodcourt gede banget itu loh..

Sayang, itu jam 1 siang, lunch time, jadinya ya penuhlah,masa penuh dong, kita keliling satu foodcourt juga semuanya penuh, desperate (terutama nisa), tapi tiba-tiba secercah cahaya surga menerangi,,ada tempat yang kosong banget, cuman ada satu orang di situ, di RESTORAN INDIA. Akhirnya masuklah kita ke situ. Apa yang terjadi?

Well, masuk ke restoran India aja udah a BIG MISTAKE, tapi if you’re stuck there, inilah pesan moralnya, JANGAN, once again I warn you, JANGAN pesen menu yang ada kata ‘MASALA’, mau itu masala papad lah, masala tea lah, kalo ada kata masala, JANGAN pesen yang itu atau tu ‘MASALA’ bakal jadi ‘MASALAH’ buat lo, terbukti rical pesen masala papad yang ternyata isi tomat padal dia benci tomat, MASALA jadi MASALAH kan? bukti lagi martun pesen masala papad sama masala tea (rasanya kayak thai ice tea ketumpahan bandrek) DUA MASALA jadi DUA MASALAH mana gak sengaja dia jatohin isi papadnya ke tea lagi TIGA MASALAH. yoga sama nisa juga pesen masala tea, MASALA jadi MASALAH, gue pesen cheese wrapped yang turns out rasanya kayak tahu goring, yoga pesen kari yang ternyata kuah gule, nisbell pesen veggie wrapped yah gak jauh beda sama cheese rasa tahu goring gue, so here’s another pesan moral, pesenlah NASI BIRIANI just like kris and nisa did, dari kita bertujuh, pesenan mereka paling sukses! Buat minumnya, pesen jus jeruk aja (soalnya ternyata sunquick jadi rasanya udah standardisasi internasional). Tapi you know what, begitu kita makan di situ, si restoran India jadi penuh parah, yah ternyata kesialan di kita, bisa jadi keuntungan buat orang lain..

Setelah lunch yang sangat ‘berkesan’ , time for adventure! Yang paling semangat tentunya nisbell sama rical (sesuai dengan sifatnya, attitude, dan semangatnya, bisa dibilang mereka papi mami geng kita), sisanya, kita berlima (martun, gue, kris, nisa, yoga) hanya pelancong kere, jadi kita jalan tanpa tujuan, ke mana kaki melangkah dan tangan menengadah.

Lets explore with my point of view, what happened to the five of us while papi and mami went shopping…..tapi kita pake gaya cerita sudut pandang orang ketiga ya, bacanya juga pake nada mendayu-dayu balada asmara ya biar norak sekalian..(terserah deh nin)

Jadi, keluar dari wisma atria (split jadi tiga grup, papi, mami, lima sekawan), lima sekawan ini (oh iya, sama kayak klasifikasi papi mami muncullah kak anthoni dan dek nindy) ini jalan kaki sepanjang orchard, sebagai pelancong kere, hal pertama yang mereka lakukan adalah ke kios beli coca cola sebagai bekal perjalanan, first place, ke hmv karena kayaknya sih mereka masih mampu beli cd musik, jalanlah mereka, sepanjang jalan, orang-orang terlihat membawa belanjaan dari gap, zara, guess, dunhill, topman, DvF, luis vuitton, sampe bottega vendetta, tapi apa daya, lima sekawan itu mampunya beli bottega mentega..apa itu mango? Mereka taunya mangga. dua. Benar-benar pelancong kere.

Di hmv aja, mereka hanya mampu beli satu, dua cd musik, setelah dicermati memang buat apa beli banyak-banyak, toh ada aquarius mahakam, produk nasional. Tapi untung mereka cermat, memang mereka kere , tapi cermat, mereka membeli cd yang tidak dijual di Indonesia, cd yang artisnya tidak tembus pasar indonesia. Setelah hmv, mereka jalan lagi kea rah barat, mencari kitab suci seperti biksu tong dan sun go kong, tapi tidak ketemu, jadi mereka masuk ke TANGS dept. store, karena kak anthoni dan dek nindy tergiur barang etalase, tapi setelah masuk tokonya, barang yang di etalase tidak ada! Yang ada barang pecah belah, yang mengingatkan memori toko kelontong di tanah abang, yang ada seprei dan sarung guling, kecewa, tapi untung ada escalator, lima sekawan lalu naik sampai lantai empat, ternyata di situlah barang etalase terletak, kaos happy tree friends, tapi ternyata satu kaosnya100 dollar, ingat mereka itu kere. Tapi tuhan memang adil, di satu pojokan ada tanda diskon 50%, dan ternyata sebuah dompet pop art plastiklah jodohnya.

Puas karena dompet diskon, mereka lalu berjalan ke lucky plaza, dalam benaknya, dek nindy teringat akan ratu plaza mix itc ambassador, tak betah dan tinggal sedikit waktu untuk reunited dengan papi mami, gak lama di sana kita ciao, along the way, kita ngeliat ada toko kaos sama celana pendek, liat-liat bentar, lalu pergi, tapi apa yang terjadi? Kita tinggal berempat! Someone’s missing, KAK ANTHONI!

Mas Kris pun nyamperin lagi tu toko celana pendek, sementara dek nindy, mbak nisa, dan si yoga nunggu di pinggir pintu, benar saja, kak anthoni masih di toko celana pendek, nyariin kita berempat, the journey still on, kita berlima nekat-nekatan nyebrang gak pada tempatnya (pretty much like we do in our country), bersama geng turis bule kita terobos jalan raya! Dan sukses! Untuk merayakan keberhasilan, kita makan es potong yang dijual kakek-kakek di pinggir jalan, duduk di kursi pinggir jalan, udah selse kita ke meeting point, reunited sama papi mami, balik ke hotel, perjalanan (dan memang perJALANan) keliling singapur demi dinner, balik ke hotel, tidur bentar, besok adalah the d day.

DAY 2

Bangun pagi, mandi, sarapan, pake seragam (iya, as a team kita-kata Mas Boy-harus punya seragam, kayak poloshirt gitu, desain sendiri, produce sendiri), berangkat ke Li Ka Shing library (kita sebut aja Lim Kai Tak library, the way I remember it) tempat tu lomba diadain. Sampe di sana, peserta lain yang juga udah berseragam, beberapa udah nongol, and honestly, kita agak salah kostum, kostum kita poloshirt pake gambar yang super filosofis (hohoho), sementara mereka, just a t shirt with nice ambifoto (eh iya gak sih namanya ambifoto, istilah gue doang sih, itu loh gambar yang punya 2 sudut pandang, contohnya kayak gambar yang sudut pandang satu itu cewek, sudut pandang dua itu nenek-nenek).dan ternyata kita gak dikasih challengenya dulu, baru entar jam 7 malem, padal besok harinya jam 3 sore kita udah harus presentasi (it means lombanya sendiri gak 24 jam, as told before), nah in order to wait sampe jam 7 peserta dikasih beberapa ‘bekal’ dan ‘latihan’ yang berguna buat teamwork, mulai dari bikin jembatan, systemic thinking, daan masih banyak lagi (not gonna tell you, biar rahasia haha), yah beberapa latihan nyaris bikin kita bertujuh terpecah belah, dan bikin mas boy dan pak tato sebagai mentor spaneng, doi spaneng, kita spaneng, antara gak sabar buat challengenya, kesel sama diri sendiri and teammates, capek tapi excited tapi gak enak, ngerasain inconfidence sama persepsi ratapan anak tiri, nyesel ikutan tu lomba and ngerasa itu lomba cupu, pengen udahan tapi tetep harus jalanin, pokonya underpressure abis jadinya, untung aja gak adya oyjek, beycek (lho gak nyambung?), mana abis lunch kita, tim Indonesia disuru mimpin chicken dance (you know, tenonet nonet nonet tenonet nonet nonet tenonet nonet nonet plok plok plok plok), but ternyata chicken dance it cooling down banget, nurunin tense masing-masing, rasanya kayak minum bear brand campur you-c 1000, gue gak tau sih rasanya kayak apa, cuman katanya bikin kita kembali berenergi, pokonya chicken dance itu efeknya, RUARRR BIASA!

Energized, peserta terus nonton video gitu, and datenglah mini challenge, challenge yang buat kita-kita aja, peserta yang di singapur, belom the-it- challenge yang global itu blom, jadi itu kan jam 2.30 PM, kita dikasih waktu sampe jam 4.30 PM buat bikin powerpoint 4 slide plus presentasiin 3 menit pas jam 5 PM tentang : Make a product that will reduce the demands of oil in your country in 4 years.

Hhm,,so kita (yang telah kompak kembali) brainstorming macem-macem, ngalor-ngidul, ketawa-ketiwi dulu, sampe ngefacebook dulu, cuman buat cari inspirasi (jangan tanyain mas boy udah setegang apa, kita bertujuh juga stress cuman kita cari udara dulu), akhirnya disepakatilah, kita akan membuat suatu inovasi jenius ini (not gonna tell you what, ntar diambil orang lagi idenyaà pede abis), slideshow dibikin, we’re on time, no rehearsal, langsung presentasi dengan metode yang one of a kind (just like the product, one of a kind, haha)..but guess what, the local judges love us! Mas Boy pun lega dikit, kita pun lega banget.

Dateng juga the h hour, and the challenge for GEC 2008 adalah : Bikin produk untuk mengatasi naiknya permintaan air dunia yang berkurang!

So, lagi-lagi, kita menggunakan system last minute heroes (bahasa keren system kebut) yang telah terbukti dan teruji tadi sorenya, begitu tu challenge keluar, Mas Boy yang udah nyantai, ngajak kita brainstorming di tempat yang elit, coffee bean. Selse ngopi-ngopi, balik ke Lim Kai Tak, beres-beres barang (karena tu perpus tutup jam 9 malem) on the way ke hotel (yang cuman 5 menit walking distance tapi nanjak) kita duduk di taman, di bawah pohon (untung bukan di Indonesia, kalo di Indonesia pasti di bawah pohon ada mbak kunti) buat mutusin mau bikin apa, karena pas ngopi-ngopi tadi kita banyak ide banget, tapi belom fix jadinya apa, setelah udah fix mau bikin apa, kita jalan lagi ke hotel.

Tapi di hotel, setelah Mas Boy sama Pak Tato istirahat, kita bertujuh ngumpul di kamar cewek-cewek, room 1206, buat ngediskusiin bahan prototype sama stuff business plan lainnya sampe jam 1230 pagi (sumpah diskusi intelek tengah malam).

DAY 3

Seperti biasa, bangun, mandi, pake seragam, sarapan, ciao ke Lim Kai Tak, kali ini dengan highly confident (kemaren dengan highly clueless), berasa yakin menang aja pokonya, sampe di sana yang pertama kali kita diskusiin itu prototype, karena buat bikin prototype harus belanja, belanja keluar duit, so jangan salah perhitungan! Lagian prototype tuh nentuin business plan juga, sama powerpoint, dua jam diskusi prototype, jam 1030 saatnya shopping prototype, karena dari awal gue dengan pengalaman 6 taun pembuat kolase, dan memori pekerjaan tangan sd, emang rada bossy di prototype jadinya gue deh yang belanja ditemenin Mas Boy, sebagai penyandang dana belanja (fyi, pas malem-malem di day 1, mas boy menyita dompet kita semua, biar gak pada belanja dan lebih menghargai uang, kita semua kalo makan dikasi budget sama dia, seru, banget malah, biarpun itu berarti kemaren kere sekarang no money, cuman yang namanya dibayarin, biarpun dikit tapi nyenengin kan?)sambil jalan nyari spot belanja, naluri backpacker gue bekerja dan tak sengaja…lewat depan rumahmu.. (lho?tenda biru?), tak sengaja gue nemuin spot-spot unik yang abis itu difoto-foto sama si mas boy (yang katanya dulu dia hamper setaun tinggal di distrik itu, tapi gak pernah nyadar ada spot seunik itu, thank me) dan kita pun lanjut ke first mission: belanja bahan baku prototype, sumpah ini adalah salah satu momen dimana lo berharap, mayestik itu ada di depan mata lo. Tapi untunglah ada carreffour, seperti carreffour Jakarta, carreffour singapur juga lengkap, layaknya versi modern dari mayestik. Abis itu, kita cariin lunch buat anak-anak yang pada titip burger king, tapi kalo gue sama mas boy sih, roast duck and roast pork for sure (biarpun gue cancel roast porknya gara-gara ilang feeling duluan ngeliat si mbak-mbaknya motong tu pork terus keinget film babe) balik ke lim kai tak dengan belanjaan, tak sanggup, akhirnya gue nungguin di plaza bawah lim kai tak yang sejuk itu, outdoor soalnya, sementara mas boy manggil anak-anak sama pak tato buat turun. And there we were, having lunch, then got back to work.

Gue bikin prototype (again, im not gonna tell you what we made, cos I don’t want you to steal it,haha) dibantuin sama papi, kakak, yoga, sisanya bikin business plan sama slideshow in the end semuanya ikut bantuin pas business plan sama slideshow beres. Udah jam 230 sore, again the last minute heroes only have 30 minutes to rehearse before mereka direkam presentasinya buat dikirim ke juri internasional di US. We’re keeping our one of a kind presentation methods, pas kita presentasi latian aja (maksudnya, pas kita presentasi yang di depan crowd peserta singapur and local judges) kita sampe ditepukin lama banget, meriah lagi, berasa superstar rasanya, kebayang deh rasanya jadi dewi persik. Abis presentasi latian, kita masuk ruangan, presentasi lagi tapi kali ini direkam buat judges internasional soalnya.

Abis itu, then done. Chit-chat sama peserta lain, terus udah deh, balik ke hotel, karena pengumuman juara masih jam 12 malem waktu singapur, jadi masih ada waktu jalan-jalan, toh dompet dibalikin, mas boy yang udah lega mbangeet, ngajak kita jalan, tapi yang ikut cuman papi, mami, kakak, adik, mas kris sama mbak nisa. Yoga tidur, pak tato menghilang secara misterius, Balik ke hotel jam 11an, ngumpul di ‘basecamp’ a.k.a kamar cewek alias room 1206, sedikit party berdelapan (pak tato masih ilang misterius). terus nginternet, dan……oke hasilnya di akhir cerita.

DAY 4

Last day, hari ini batik day, soalnya mau ke science centre. Tapi masih jam 10 berangkatnya, sementara nunggu jam 10, abis sarapan , daripada bosen, gue, sebagai adikk yang baik hati walaupun bisa kurang ajar juga kalo diminta, menemani si kakak cari sekolah masa depan, yang ada di seberang hotel kita, At Sunrice Global Chef Academy, ternyata biarpun plangnya di seberang hotel, tu sekolah gak di seberang hotel juga, kita jadi muterin country club gitu, jauh bener dah, agak-agak tanjakan lagi, aduh bo cyape deyh eyke. Akhirnya ketemu sekolahnya, eh tapi kosong bener, padal hari selasa, gue ke om resepsionis nanya tu sekolah, dia bilang di basement.

‘wah, sekolah gue di basement’ kata si kakak

‘yah gimana dong’ kata si adik

Kita turun, eh ternyata di basementnya sekolahnya keren, hamper ganti cita-cita jadi koki jug ague ngeliat sekolahannya, tapi gue kembali inget tentang koki tanpa poni, memang turis adalah pekerjaan terbaik. Si kakak ngambil brosur, abis itu kita ciao ke hotel lagi, ciao ke science center, cuman sejam, ciao ke hotel ambil koper naik shuttle, ke airport, pas di airport ketemu ananda mikola, dan gue inget waktu kemaren kan di infotainment dia and family emang mau ke singapiur katanya si bella juga bakal ikutan, cuman gue gak liat dia, mungkin ketutupan bibirnya nanda (hahahahahaha) abis itu naik pesawat..alhamdulillah masih nyampe dengan selamat di cengkareng. Nungguin koper muncul disertai insiden nyaris hattrick gue jatoh dari koper (seriously, gue duduk di koper, kopernya kesenggol trolley mas boy, gue jatoh, pas gue mau duduk lagi kali ini si koper nindih kaki gue, and gue jatuh lagi, but the cool part is, im fine with it, no such thing as ‘oke lebih baik gue ditelen bumi sekarang, maluu’ mungkin emang dasarnya I was born to be clumpsy and malu-maluin jadi yaudahlah suratan takdir) kita pun pisah di airport. The trip was finally over, kita bakal ketemu lagi abis liburan sekolah ini sih rencananya, hmm yang jelas trip yang ini termasuk one of my craziest trip.

**

Hoho, so, it turns out that the winners are New Zealand, Australia, Wales, Germany, Korea, and Indonesia, we’re in the sixth place, GLOBALLY, biarpun secara nilai kita berarti peringkat lima, karena jerman sama korea nilainya sama! Nice achievement buat first involvement, kita bertujuh angkatan pertama yang ikutan ini, gak ada harapan apa-apa, dan gak ditargetin apa-apa, yah bisa dibilang emang kita berarti accidental heroes; kita bukan superman, kita supermi; bukan juga batman, kita sih badmen; daripada sailormoon kita cenderung sellerman; kita juga bukan hero supermarket (hidup carreffour! berkat dia kita juara) dan jangan samakan kita dengan ‘hero’ Enrique Iglesias, we’re no hero for anybody but ourselves. (tsah, baru kali ini blognya ada juntrungannya, kata-katanya filosofis pula)

Thanks for reading my self centered story, if youre sick of it im sorry, if you laugh because it’s funny and humorous id be very happy, if youre somehow inspired by the words or stuff in the story well its never meant to be inspirational, so are you sure youre inspired? it’s not what ive written this for! It should be a stupidly funny self centered story, but anyway….

THE END!

4 Responses to "ACCIDENTAL HEROES (PART3)"

hahaha.. good thing someone wrote this down! (tapi kenapa gw pemudi harapan bangsa? nyehehe) lucu jg ternyata, jadi inget :D pelancong kere mengarungi orchard road, hahaha..

keep writing! keep in touch..

hei! hahaha glad somebody wrote this down! gw aja gak inget sedetail ini.. hehehe lumayan buat nostalgia.. apa kabar btw? keep writing..

eh maaf gw kira blm kesave :D maklum gaptek. jadi 3x deh..

it’s a nice story ! Pengalaman adalah guru terbaik.

Leave a Reply

i wrote on…

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Sep »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

tweeties…

  • @Adicahyo gue harus lari keluar ruangan ke lapangan bola, gue cuma pake seragam doang lagi.beku tangan gue sekarang 21 minutes ago
  • @sarahraztia partner caraka malam! 23 minutes ago
  • tokaaiii ada yang mencet fire alarm sekarang di tengah cuaca yang menusuk tulang rusuk. 25 minutes ago
  • tiba-tiba pengen pulang ke jakarta.ketemu temen-temen terus rame-rame keliling dunia. 1 hour ago
  • @sissyssy haha doi mah juga banyak yang ngangenin.jadi gue bisa mengalokasikan rasa kangen ini ke lo semua.haha 1 hour ago

what i wrote on this month…